JAKARTA, teckknow.com – The Last Story adalah JRPG yang dikembangkan oleh Mistwalker, studio yang didirikan oleh Hironobu Sakaguchi, pencipta Final Fantasy. Rilis di Nintendo Wii pada 2011 di Jepang dan 2012 di luar Jepang, The Last Story menawarkan pendekatan yang sangat berbeda dari JRPG konvensional: combat real-time yang dinamis, sistem taktis yang memungkinkan pemain mengarahkan seluruh party, dan lingkungan yang bisa dimanipulasi secara aktif selama pertarungan.
The Last Story adalah bagian dari “Rainfall Trilogy” bersama Xenoblade Chronicles dan Pandora’s Tower, tiga game Wii yang awalnya tidak direncanakan untuk rilis di luar Jepang namun akhirnya hadir setelah kampanye penggemar yang sangat besar. Ia adalah salah satu JRPG terbaik yang pernah hadir di platform Nintendo.
Sistem Gathering: Inti dari Combat The Last Story

Gathering adalah mekanik utama yang membuat combat The Last Story berbeda dari JRPG lain. Ketika Zael menggunakan kemampuan Gathering, ia menarik perhatian semua musuh di area kepadanya, melindungi anggota party lain dari serangan langsung.
Ini bukan hanya fitur defensif. Gathering menciptakan pembagian peran yang sangat jelas di dalam party: Zael sebagai tank yang menahan perhatian musuh sementara mage dan healer bekerja bebas tanpa terganggu. Anggota party yang tidak terganggu bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada cast spell dan healing yang jauh lebih efektif dari kondisi normal.
Timing Gathering sangat penting. Mengaktifkannya terlalu awal sebelum party siap membuang durasi yang berharga. Mengaktifkannya terlambat berarti party sudah terkena damage sebelum Gathering bisa memberikan perlindungan. Pelajari ritme setiap encounter sebelum memutuskan kapan Gathering paling efektif digunakan.
Memanfaatkan Elemen Lingkungan
The Last Story memberikan pemain kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan pertarungan secara aktif. Kolom bisa dijatuhkan untuk menghancurkan musuh di bawahnya. Barrel dapat diledakkan untuk memberikan damage area. Bahkan struktur bangunan di beberapa arena bisa dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan taktis.
Pemain yang hanya fokus pada pertarungan frontal tanpa memanfaatkan lingkungan kehilangan sebagian besar kedalaman taktis yang ditawarkan The Last Story. Selalu perhatikan area di sekitar pertarungan sebelum terlibat langsung dan identifikasi elemen lingkungan yang bisa digunakan.
Sihir party memiliki interaksi unik dengan lingkungan. Manteraapi dari Yurick bisa membakar area dan menghalangi pergerakan musuh. Mantera angin mengubah jalur panah dan proyektil musuh. Mantera es bisa membekukan lantai dan membuat musuh slip. Menggabungkan mantera dengan kondisi lingkungan adalah strategi yang sangat efektif di pertarungan yang paling sulit.
Cara Mengelola Party dan Skill
The Last Story memiliki sistem party yang memungkinkan pemain mengarahkan anggota team secara taktis selama combat. Setiap anggota memiliki peran yang berbeda dan harus diposisikan dengan tepat untuk memaksimalkan efektivitasnya.
Calista sebagai healer harus selalu dijaga aman dari serangan langsung. Yurick sebagai mage adalah sumber firepower magis terbesar namun sangat rentan secara fisik. Lowell dan Syrma memberikan DPS fisik dari jarak dekat yang konsisten. Setiap anggota party perlu equipment yang sesuai dengan perannya dan skill yang terus di-upgrade seiring level naik.
Skill Zael sendiri perlu diupgrade secara terencana. Prioritaskan upgrade pada Gathering dan kemampuan yang meningkatkan durasi atau efektivitasnya karena ini adalah kontribusi terbesar Zael dalam combat. Kemampuan ofensif Zael menjadi prioritas kedua karena damage terbesar datang dari party bukan dari karakter utama.
Strategi Menghadapi Bos The Last Story
Bos di The Last Story menghadirkan tantangan yang membutuhkan pemahaman lebih dalam tentang semua sistem yang sudah dipelajari dari pertarungan biasa. Setiap bos memiliki pola yang konsisten namun selalu ada elemen kejutan yang membutuhkan adaptasi cepat.
Beberapa prinsip menghadapi bos yang berlaku secara universal di The Last Story:
- Identifikasi kelemahan elemental bos sebelum pertarungan dimulai jika memungkinkan. Informasi ini sering tersedia dari NPC atau dari dokumen yang bisa dibaca sebelum boss fight.
- Jangan biarkan Calista terkena serangan. Kehilangan healer di tengah boss fight hampir selalu berarti game over karena tidak ada cara memulihkan party tanpa dia.
- Gunakan Gathering secara taktis bukan terus-menerus. Biarlah cooldown selesai sebelum menggunakannya lagi agar selalu tersedia di momen yang paling kritis.
- Perhatikan fase transisi bos. Hampir semua bos mengubah pola serangan secara dramatis ketika health mencapai ambang tertentu. Antisipasi perubahan ini agar tidak terkejut.
Cerita The Last Story: Mengapa Layak Dinikmati Sepenuhnya
Selain combat yang solid, The Last Story memiliki cerita yang sangat emosional tentang sekelompok tentara bayaran yang terlibat dalam konflik yang jauh lebih besar dari yang mereka sangka. Karakter-karakternya ditulis dengan sangat baik dan hubungan antar mereka berkembang secara natural sepanjang game.
Jangan skip cutscene di The Last Story. Berbeda dari banyak JRPG yang cutscene-nya terasa seperti interupsi dari gameplay, The Last Story mengintegrasikan cerita dan gameplay dengan cara yang membuat setiap momen terasa penting.
Kesimpulan: The Last Story Adalah JRPG Wii yang Terlalu Sering Diabaikan
The Last Story adalah game yang layak mendapat perhatian jauh lebih besar dari yang diterimanya. Combat yang inovatif, cerita yang emosional, dan produksi nilai yang tinggi menjadikannya salah satu JRPG terbaik dari generasi Wii yang sayangnya sering terlewatkan karena terbenam di antara banyak game lain.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Pilotwings: Panduan Setiap Misi dan Cara Mendapat Nilai Sempurna