Acts of Blood: Game Brutal HOKIJITU Indonesia di Steam 2026

JAKARTA, teckknow.com – Dunia gaming Indonesia baru saja mendapat sorotan luar biasa dari panggung internasional. However, bukan dari studio raksasa dengan ratusan karyawan. Acts of Blood, sebuah game beat em up yang dikembangkan oleh tim kecil asal Bandung bernama Eksil Team, berhasil mencuri perhatian jutaan gamer di seluruh dunia setelah tampil memukau di Summer Game Fest 2025. Moreover, undangan langsung dari Geoff Keighley membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di level tertinggi industri game global. Bagi pecinta game aksi bertema balas dendam dengan nuansa lokal yang kental, judul satu ini wajib masuk daftar pantauan.

Kisah Hendra dan Misi Balas Dendam di Kota Bandung

Acts of Blood

Acts of Blood mengangkat cerita Hendra, seorang mahasiswa hukum yang hidupnya hancur setelah keluarganya dibantai oleh rival bisnis sang ayah. Furthermore, sistem hukum yang korup justru melindungi para pembunuh tersebut, meninggalkan Hendra tanpa jalan keluar melalui jalur legal. Dengan tekad membara, pemuda ini memutuskan untuk mengambil keadilan dengan tangannya sendiri.

Latar cerita Acts of Blood berlangsung di versi distopia kota Bandung, Indonesia. Pemilihan kota ini bukan tanpa alasan. Fajrul Falakh N selaku pengembang utama Eksil Team menyatakan bahwa Bandung dipilih karena geografinya yang unik. Additionally, transisi antara kawasan urban dan pegunungan memberikan variasi visual yang menarik untuk setiap level permainan. Suasana kota yang sejuk turut mendukung atmosfer gelap dan menegangkan yang menjadi ciri khas game ini.

Perjalanan Eksil Team dari Proyek Solo Menuju Panggung Dunia

Fakta paling mencengangkan dari Acts of Blood adalah awal pengembangannya. Game ini dimulai sebagai proyek solo oleh Fajrul Falakh N pada Januari 2024, setelah sebelumnya sempat terhenti karena kesibukan bekerja di perusahaan game. Therefore, keinginan untuk mendapatkan kebebasan kreatif mendorong Fajrul melanjutkan pengembangan bersama sembilan rekannya di bawah bendera Eksil Team.

Demo pertama Acts of Blood dirilis pada 1 November 2024 di Steam dan langsung mendapat sambutan positif. For example, dari lebih dari 1.200 ulasan pengguna, sekitar 86 persen memberikan penilaian positif. Pencapaian ini semakin monumental ketika Geoff Keighley secara personal menghubungi Fajrul melalui email, menawarkan kesempatan untuk menampilkan game tersebut di Summer Game Fest 2025. Sebuah momen bersejarah bagi industri game Indonesia.

Sistem Pertarungan Acts of Blood yang Brutal dan Memuaskan

Inti dari pengalaman bermain Acts of Blood terletak pada sistem pertarungannya yang intens. Game ini menghadirkan kombat HOKIJITU jarak dekat dengan tempo cepat, di mana setiap pukulan terasa berat dan berdampak. Also, pembaruan versi demo terbaru (v.0.9.5) pada Desember 2025 membawa perombakan besar pada sistem tempur, termasuk animasi serangan yang lebih impactful serta efek stagger yang lebih realistis.

Berikut sejumlah mekanik pertarungan utama yang ditawarkan Acts of Blood:

  • Kombat tangan kosong dengan rangkaian kombo, serangan balik, dan gerakan penyelesaian yang brutal
  • Arsenal senjata beragam mulai dari tongkat pemukul, pisau, pistol, hingga senapan yang bisa diambil dari musuh
  • Elemen lingkungan yang bisa dihancurkan dan dimanfaatkan sebagai senjata improvisasi selama pertarungan
  • Musuh tipe brute yang kini memiliki kemampuan grappling, menambah tantangan baru dalam setiap pertempuran
  • Senjata yang memiliki durabilitas terbatas sehingga pemain harus terus beradaptasi selama pertarungan

Inspirasi di balik sistem tempur Acts of Blood datang dari berbagai sumber. First, Jackie Chan Stuntmaster memberikan fondasi aksi yang dinamis. Second, Sleeping Dogs menyumbangkan mekanik serangan balik yang responsif. Third, Sifu menghadirkan konsep kombo berlapis. Finally, visual dari Max Payne dan Manhunt turut memengaruhi gaya penyajian kekerasan dalam game ini.

Parkour dan Kustomisasi Karakter yang Memperkaya Pengalaman

Acts of Blood tidak hanya mengandalkan pertarungan semata. Mekanik parkour tradisional memungkinkan Hendra berlari, melompat, dan memanjat melalui berbagai level dengan mulus. In addition, kemampuan ini bisa diintegrasikan langsung ke dalam pertarungan untuk memposisikan diri secara strategis atau melancarkan serangan kejutan kepada musuh.

Sisi kustomisasi juga mendapat perhatian serius dari Eksil Team. Pemain dapat mengganti penampilan Hendra melalui koleksi kostum yang tersedia di lemari pakaian apartemennya. As a result, setiap misi terasa lebih personal karena pemain bisa menyesuaikan gaya karakter sesuai preferensi masing-masing. Dalam versi demo, terdapat kostum eksklusif yang hanya bisa didapatkan selama bermain demo tersebut.

Pengaruh Film Indonesia dalam Identitas Visual Acts of Blood

Salah satu hal yang membuat Acts of Blood begitu istimewa adalah keberanian mengangkat identitas lokal ke panggung internasional. Game ini secara terbuka mengakui pengaruh besar dari film The Raid dan The Raid 2: Berandal karya Gareth Evans. Furthermore, referensi terhadap adegan ikonik lorong dari The Raid bahkan bisa ditemukan dalam versi lengkap game ini.

Aspek visual Acts of Blood juga memiliki keunikan tersendiri. Palet warna hijau yang mendominasi tampilan game terinspirasi dari karya sutradara legendaris Wong Kar Wai. Moreover, penggunaan dubbing berbahasa Indonesia dalam trailer demo menunjukkan komitmen Eksil Team untuk mempertahankan keaslian budaya lokal. Nama Indonesia dari game ini sendiri adalah “Aksi Berdarah”, menambah kesan autentik yang sulit ditemukan di game bertema serupa buatan studio luar negeri.

Rencana Rilis dan Platform yang Tersedia untuk Acts of Blood

Eksil Team telah mengumumkan bahwa versi lengkap Acts of Blood dijadwalkan rilis pada musim panas 2026. Game ini akan tersedia untuk platform PC melalui Steam dan juga secara resmi hadir di Xbox melalui program ID@Xbox. Therefore, jangkauan pemain akan semakin luas dengan ketersediaan di dua platform sekaligus.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui menjelang rilis penuh:

  1. Durasi permainan versi lengkap diperkirakan sekitar 4 hingga 5 jam, dirancang sebagai pengalaman padat dan berkualitas
  2. Demo gratis masih tersedia di Steam bagi yang ingin mencoba sebelum versi penuh diluncurkan
  3. Arena mode dalam demo menawarkan pertarungan berbasis gelombang dengan tantangan skor tertinggi
  4. Tersedia 10 pencapaian eksklusif demo yang bisa dibuka melalui misi cerita dan tantangan tempur
  5. Pengembangan versi penuh berjalan sangat lancar berdasarkan pembaruan terakhir dari tim pengembang

Dampak Acts of Blood bagi Industri Game Lokal

Kehadiran Acts of Blood di Summer Game Fest 2025 bukan sekadar pencapaian individual Eksil Team. Additionally, momen ini menjadi bukti nyata bahwa pengembang game Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di kancah global. Dengan tim yang relatif kecil dan sumber daya terbatas, Fajrul dan rekan-rekannya mampu menciptakan produk yang mendapat pengakuan dari figur paling berpengaruh di industri game dunia.

Respons komunitas global juga sangat menggembirakan. Permintaan dukungan bahasa Turki dari komunitas Steam membuktikan bahwa Acts of Blood telah menarik minat lintas negara. For example, media gaming internasional seperti GameSpot, Gematsu, dan GosuGamers turut memberikan sorotan khusus terhadap game besutan anak Bandung ini. Hal tersebut menandakan bahwa pasar global siap menerima konten game dengan identitas lokal yang kuat.

Kesimpulan

Acts of Blood merupakan bukti nyata bahwa kreativitas dan determinasi mampu melampaui keterbatasan. Dari proyek solo seorang pengembang di Bandung, game ini bertransformasi menjadi salah satu judul paling ditunggu di kancah gaming internasional. Dengan sistem pertarungan yang brutal namun memuaskan, cerita balas dendam yang memikat, serta identitas visual khas Indonesia yang memukau, Acts of Blood layak menjadi kebanggaan industri game tanah air. Bagi para gamer yang mendambakan pengalaman aksi autentik dengan sentuhan budaya lokal, tidak ada pilihan yang lebih tepat selain menambahkan game ini ke dalam daftar wishlist sekarang juga.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Decrepit Game Soulslike First Person Dinanti di 2026

Author