Forgive Me Father 2: Horror Kosmik Lovecraft Bertemu Shotgun dan Soundtrack Metal

JAKARTA, teckknow.com – Tidak banyak game yang bisa menggabungkan komik book bergaya gelap, horror kosmik dari karya H.P. Lovecraft, dan gameplay tembak-tembakan ala Doom dengan hasil yang kohesif. Forgive Me Father 2 adalah salah satunya. Dikembangkan oleh Byte Barrel dan diterbitkan oleh Fulqrum Publishing, game ini rilis penuh pada Oktober 2024 setelah melewati Early Access. Di Steam ia meraih label Very Positive dengan 83 persen ulasan positif dari lebih dari 1.300 review. New Game Network menyebutnya sebagai boomer shooter dengan presentasi terbaik yang pernah ada di genrenya.

Pemain mengendalikan Pastor, seorang imam yang mencoba merekonstruksi ingatan masa lalunya sambil berjuang melawan horor eldritch yang menginvasi dunianya. Ceritanya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu mendalam, namun ia memberikan konteks yang cukup untuk membuat setiap area terasa bermakna lebih dari sekadar ruang untuk menembak musuh.

Apa yang Membuat Forgive Me Father 2 Berbeda dari Pendahulunya

Forgive Me Father 2

Forgive Me Father 2 bukan sekadar more of the same. Ia membangun di atas fondasi game pertama dengan sistem yang lebih dalam dan variasi yang lebih kaya. Pemain yang menyelesaikan game pertama akan langsung merasakan perbedaannya: level yang lebih besar, senjata yang lebih beragam, dan sistem progres yang memberikan lebih banyak kendali kepada pemain.

Sistem token dan card perks adalah perubahan terbesar dari seri pertama. Di sana hanya ada upgrade linear. Di sini, pemain secara aktif memilih arah pengembangan karakter berdasarkan gaya bermain yang diinginkan. Ini mengubah Forgive Me Father 2 dari sekadar shooter lurus menjadi game dengan lapisan strategi yang cukup signifikan.

Dua karakter yang bisa dipilih dengan jalur cerita berbeda adalah fitur yang memberikan alasan kuat untuk menyelesaikan game lebih dari sekali. Setiap karakter memiliki senjata awal dan kemampuan yang berbeda, sehingga ritme bermain di awal terasa berbeda tergantung pilihan yang diambil.

Sistem Token: Eksplorasi Bukan Pilihan, Ini Keharusan

Token adalah mata uang progres di Forgive Me Father 2. Mereka tidak jatuh dari musuh yang mati. Mereka tersimpan di rahasia yang tersebar di setiap level, di tempat-tempat yang membutuhkan perhatian ekstra untuk ditemukan.

Ini adalah keputusan desain yang cerdas karena langsung mengubah cara pemain mendekati setiap level. Berlari lurus dari titik A ke titik B melewatkan sebagian besar konten yang membuat game ini berharga. Pemain yang meluangkan waktu mengeksplorasi setiap sudut akan memiliki akses ke senjata dan upgrade yang jauh lebih cepat dari yang asal berlari.

Token digunakan untuk membeli senjata baru di toko yang tersebar di sepanjang kampanye. Setiap senjata memiliki perk uniknya sendiri yang bisa di-upgrade secara terpisah. Ini berarti bahkan senjata yang sama bisa terasa berbeda tergantung perk mana yang diprioritaskan.

Card Perks: Membangun Karakter yang Terasa Milik Sendiri

Card perk adalah set kemampuan pasif yang bisa diaktifkan untuk memberikan keunggulan dalam combat. Setiap card memberikan bonus yang berbeda dan mencerminkan gaya bermain yang dipilih:

  • Card damage meningkatkan output serangan terhadap jenis musuh tertentu, cocok untuk gaya bermain agresif.
  • Card kecepatan reload menjaga ritme tembak tetap tinggi tanpa jeda yang terasa mengganggu.
  • Card ketahanan meningkatkan kapasitas health dan resistensi damage untuk pemain yang lebih hati-hati.
  • Card efisiensi amunisi mengurangi amunisi yang terbuang, sangat berguna di section yang panjang tanpa supply cukup.

Tidak ada kombinasi yang salah, namun kombinasi yang tepat untuk situasi tertentu hanya bisa dipelajari melalui pengalaman langsung.

Visual dan Atmosfer yang Tidak Tertandingi di Genrenya

Gaya visual Forgive Me Father 2 adalah salah satu yang paling konsisten dan paling kuat di seluruh genre boomer shooter. Estetik komik book hitam putih dengan aksen warna yang dipilih cermat menciptakan tampilan yang sangat khas dan tidak bisa dikira-kira sebagai game lain.

Setiap musuh didesain dengan referensi langsung ke bestiary Lovecraftian yang kaya: makhluk dengan banyak mata, cultist yang sudah kehilangan akal sehat, dan entitas yang tidak punya bentuk pasti. Detail kecil di setiap area seperti poster di dinding yang memperlihatkan mulut raksasa dengan gigi silet atau buku-buku berisi simbol yang tidak bisa dibaca manusia menambahkan lapisan atmosfer yang tidak membutuhkan cutscene panjang untuk disampaikan.

Soundtrack metal yang mengiringi pertarungan mendapat pujian yang sangat konsisten dari hampir semua reviewer. Riff gitar yang berat dan tempo yang selalu sinkron dengan intensitas combat adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dari pengalaman bermain Forgive Me Father 2 tanpa kehilangan separuh dampaknya.

Replayability yang Lebih Tinggi dari Kebanyakan Boomer Shooter

Ada beberapa alasan kuat untuk kembali setelah menyelesaikan satu run:

  • Dua karakter berbeda dengan senjata awal dan kemampuan yang tidak sama, memberikan ritme awal yang terasa berbeda tergantung pilihan.
  • Rahasia tersembunyi di setiap level yang tidak mungkin semua ditemukan dalam satu kali jalan.
  • Kesulitan lebih tinggi yang mengubah perilaku musuh, bukan sekadar menambah health bar mereka.
  • Jalur cerita berbeda yang mengungkap sisi lain dari kisah Pastor yang tidak terlihat di run pertama.

Mode kesulitan tertinggi adalah pengalaman yang benar-benar berbeda dan membutuhkan pendekatan taktis yang jauh lebih matang dari run normal.

Kesimpulan: Forgive Me Father 2 Adalah Boomer Shooter yang Tahu Nilai Dirinya

Forgive Me Father 2 tidak mencoba bersaing dengan Doom Eternal dalam hal skala atau anggaran. Ia memilih jalur yang berbeda: menjadi boomer shooter terbaik dalam niche Lovecraftian-nya dan mengeksekusi visi itu dengan konsistensi yang luar biasa dari awal hingga akhir. Presentasinya adalah yang terbaik di genrenya. Gameplaynya solid dan memuaskan. Dan sistem progresnya memberikan lebih banyak kedalaman dari yang terlihat di permukaan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Turbo Overkill: Chainsaw di Kaki, 15 Senjata di Tangan, dan Tidak Ada Waktu untuk Berhenti

Author