JAKARTA, teckknow.com – Brian Fargo, orang yang pernah memimpin pengembangan Fallout pertama dan seri Wasteland, menyebut Clockwork Revolution sebagai game paling ambisius yang pernah dibuatnya. Kira-kira sepuluh kali lebih besar dari semua yang pernah dibuat inXile sebelumnya. Itu bukan kalimat kecil dari seseorang yang sudah membangun karir di industri ini selama empat dekade. Dikembangkan oleh inXile Entertainment bersama Shapeshifter Games dan diterbitkan oleh Xbox Game Studios, Clockwork Revolution pertama kali diumumkan di Xbox Games Showcase 2023 dan muncul kembali dengan gameplay yang jauh lebih panjang di Xbox Games Showcase Juni 2025. Dijadwalkan rilis pada 2026 untuk Windows PC dan Xbox Series X/S, game ini akan tersedia di Xbox Game Pass sejak hari pertama.
Berlatar di kota steampunk bernama Avalon, Clockwork Revolution membawa pemain sebagai Morgan Vanette, anggota geng jalanan bernama Rotten Row Hooligans yang tinggal di kawasan kumuh The Tangle. Saat menemukan bahwa dunia di sekitarnya sudah dimanipulasi oleh sosok misterius bernama Lady Ironwood, Morgan harus menggunakan satu-satunya senjata yang tersedia: kemampuan untuk memutar kembali waktu.
Bukan BioShock, Tapi Memiliki DNA yang Sama

Siapa pun yang melihat trailer Clockwork Revolution pertama kali pasti teringat BioShock Infinite. Kota yang melayang, estetik viktorian yang kaya detail, karakter protagonis yang memiliki kemampuan di luar nalar. Namun inXile dengan tegas menyebut Clockwork Revolution sebagai RPG dalam tradisi Fallout 4 dan Avowed, bukan shooter di mana narasi adalah latar belakang.
Perbedaannya ada pada kedalaman sistem. Clockwork Revolution bukan hanya tentang menembak musuh sambil memutar waktu. Beberapa elemen RPG yang sudah dikonfirmasi:
- Character creator yang memengaruhi cara NPC bereaksi terhadap Morgan sepanjang permainan.
- Dialog tree yang dalam membuat setiap percakapan bisa berakhir berbeda tergantung pilihan dan build karakter.
- 750.000 kata dialog sudah ditulis per Agustus 2025, sebuah angka yang menunjukkan seberapa serius inXile memperlakukan narasinya.
- Weapon customization dengan berbagai senjata api bergaya steampunk yang bisa dimodifikasi sesuai gaya bermain.
Chronometer: Ketika Memutar Waktu Adalah Senjata
Berdasarkan gameplay yang sudah diperlihatkan, berikut beberapa cara Chronometer bekerja di dunia Avalon:
- Memulihkan bangunan runtuh untuk membuka jalur baru yang tidak tersedia dalam kondisi normal.
- Mengembalikan NPC yang sudah terbunuh ke titik sebelum kematiannya, mengubah apa yang terjadi berikutnya dalam alur cerita.
- Memperbaiki infrastruktur yang rusak seperti jembatan untuk dilewati sementara sebelum kembali ke kondisi hancurnya.
- Melihat konsekuensi sebelum terjadi dengan memutar maju waktu secara terbatas untuk membantu perencanaan taktis dalam pertarungan.
Ini berarti setiap area di Avalon menyimpan lebih dari satu cara untuk diselesaikan. Pendekatan langsung selalu tersedia, namun pemain yang meluangkan waktu untuk menjelajahi apa yang bisa diubah dengan Chronometer akan menemukan solusi yang jauh lebih kreatif dan sering lebih efisien. Desainer combat dari Bungie dan Blizzard dipekerjakan khusus untuk memastikan pertarungan di Clockwork Revolution terasa memuaskan, bukan hanya sebagai pengisi jeda di antara momen narasi.
Avalon dan Dunia yang Bereaksi Terhadap Pilihan
Salah satu janji terbesar inXile dengan Clockwork Revolution adalah reaktivitas dunia. Bukan hanya NPC yang mengingat apa yang dilakukan pemain, melainkan dunia secara visual berubah sebagai respons terhadap keputusan yang diambil. Pertanyaan-pertanyaan besar yang akan dihadapi pemain sepanjang permainan meliputi:
- Siapa yang dipilih untuk dibantu di antara penduduk The Tangle dan para elit Avalon?
- Siapa yang dikhianati demi tujuan yang lebih besar?
- Apa yang pada akhirnya diubah tentang Avalon menggunakan Chronometer?
- Apakah Lady Ironwood benar-benar harus dihentikan, atau ada kebenaran yang lebih kompleks di balik tindakannya?
Duke Pomphrey, boneka automaton yang muncul dalam trailer dengan kepribadian yang sangat tidak terduga, menjadi indikasi bahwa Clockwork Revolution tidak akan serius sepanjang waktu. inXile selalu tahu cara menyimpan humor di tempat yang tepat, dan karakter seperti Duke Pomphrey menunjukkan bahwa tradisi itu berlanjut.
Tim di Balik Clockwork Revolution
inXile Entertainment bukan studio sembarangan dalam dunia RPG. Mereka adalah nama di balik seri Wasteland yang dimulai pada 1988 dan menjadi salah satu inspirasi langsung Fallout, serta The Bard’s Tale yang punya warisan panjang di genre dungeon crawler. Sejak diakuisisi oleh Microsoft pada 2018 dan menjadi bagian dari Xbox Game Studios, ini adalah pertama kalinya inXile mengerjakan game triple-A dengan anggaran dan sumber daya penuh yang disediakan Microsoft.
Hasilnya bisa langsung terlihat dari skala Clockwork Revolution. Mereka mendatangkan animator dari Rockstar untuk meningkatkan kualitas sinematik dan percakapan. Combat designer dari Bungie dan Blizzard masuk untuk memastikan sistem pertarungan bukan sekadar pelengkap. Selain itu, Shapeshifter Games, studio yang didirikan mantan developer Volition, bergabung sebagai co-developer untuk memperkuat kapasitas produksi secara keseluruhan.
Brian Fargo sendiri menyebut Clockwork Revolution sebagai game paling kompleks yang pernah ia kerjakan sepanjang karir empat dekadenya. Mengingat portfolio yang mencakup Fallout dan Wasteland, itu adalah pernyataan yang tidak bisa dianggap enteng. Semua tanda menunjukkan bahwa inXile benar-benar membangun sesuatu yang berbeda, bukan sekadar RPG dengan kulit steampunk yang dipasang di luar.
Kenapa Clockwork Revolution Layak Masuk Wishlist Sekarang
Untuk game yang belum punya tanggal rilis pasti, Clockwork Revolution sudah berhasil membangun tingkat antisipasi yang sangat tinggi. Alasannya sederhana: setiap informasi yang keluar dari inXile menunjukkan konsistensi antara janji dan bukti yang bisa dilihat langsung di trailer gameplay. Sistem manipulasi waktu bukan sekadar diklaim inovatif, melainkan diperlihatkan bekerja secara konkret. Kedalaman RPG bukan sekadar kata-kata di press release, melainkan didukung angka 750.000 kata dialog yang sudah ditulis.
Game Pass juga memastikan tidak ada penghalang finansial untuk mencobanya di hari pertama bagi subscriber Xbox. Bagi yang menunggu RPG first-person dengan ambisi naratif setinggi itu sejak Mass Effect dan Fallout New Vegas, Clockwork Revolution adalah nama yang paling masuk akal untuk diperhatikan sepanjang 2026.
Kesimpulan: Clockwork Revolution Membawa Beban yang Besar dan Tampaknya Siap
Tidak banyak game yang bisa dengan meyakinkan mengklaim warisan Fallout dan BioShock sekaligus tanpa terkesan berlebihan. Clockwork Revolution melakukan itu dengan landasan yang kuat: tim berpengalaman, sistem yang terlihat benar-benar inovatif, dan ambisi narasi yang didukung oleh ratusan ribu kata dialog yang sudah ditulis. Tunggu 2026 dan lihat apakah Avalon benar-benar menjadi salah satu dunia RPG terbaik yang pernah dibangun.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: