Waktu pertama kali saya main Oxenfree, saya nggak punya ekspektasi apa-apa. Saya cuma cari game petualangan ringan dengan cerita yang kuat. Tapi ternyata, saya masuk ke dalam pengalaman yang… jujur aja, bikin merinding sekaligus mikir panjang. Ini bukan game biasa. Ini seperti membaca novel interaktif—dengan nuansa supernatural yang creepy, musik ambient yang ganggu (dalam cara terbaik), dan karakter-karakter yang terasa hidup banget.
Buat kamu yang belum pernah main atau baru penasaran, artikel ini saya buat sepenuh hati berdasarkan pengalaman pribadi—termasuk beberapa kesalahan yang sempat bikin saya dapat ending yang nggak saya harapkan (yup, saya gagal menyelamatkan hubungan pertemanan karena salah milih dialog). Kita akan bahas cara main, cerita, pilihan penting, bahkan sneak peek ke Oxenfree II dan kabar adaptasi filmnya!
Mengenal Oxenfree: Game Petualangan Supernatural yang Penuh Misteri
Oxenfree adalah game petualangan supernatural yang dikembangkan oleh Night School Studio. Game ini rilis pertama kali tahun 2016, dan langsung dapet tempat spesial di hati saya karena storytelling-nya yang cerdas dan atmosfer yang nggak kayak game lain.
Kamu main sebagai Alex, seorang remaja cewek yang pergi ke pulau Edwards Island bareng teman-temannya. Tujuannya cuma kumpul dan nikmatin malam. Tapi, semuanya berubah saat mereka secara nggak sengaja membuka celah ke dimensi lain lewat gelombang radio.
Yang bikin game ini beda:
-
Gaya visualnya bergaya lukisan cat air, tapi gelap dan misterius.
-
Musik dan suara ambient-nya bikin merinding (karya scntfc, genius banget!).
-
Dialog real-time. Nggak ada cutscene kaku. Kamu ngobrol sambil jalan, sambil panik, sambil takut.
-
Ada elemen supernatural yang nggak murahan. Nggak jumpscare murahan, tapi lebih ke gangguan mental dan spiritual.
Saya mainnya malam-malam pake headset, dan jujur… beberapa bagian bikin saya harus pause dan tarik napas dulu. Bukan karena takut, tapi karena merasa terganggu secara emosional—in a good way.
Cara Bermain Oxenfree: Pilihan Dialog dan Dampaknya pada Cerita
Satu hal paling keren dari Oxenfree adalah sistem dialog-nya. Kamu bisa memilih antara 3 pilihan balasan, atau nggak jawab sama sekali. Setiap pilihan itu bisa ngubah arah hubungan kamu dengan karakter lain.
Waktu pertama main, saya kira ini cuma basa-basi doang. Tapi ternyata… efeknya nyata.
Contoh: waktu Jonas (adik tiri kamu) mulai cerita soal masa lalunya, saya asal jawab kayak, “Ya udahlah, semua orang punya masa lalu.” Ternyata itu bikin hubungan kami jadi canggung. Ending-nya? Saya dan Jonas nggak dekat.
Di playthrough kedua, saya lebih empatik. Saya dengerin dia, tanya lebih dalam, dan boom—hubungan kami jadi kuat banget sampai akhir. Jadi, dialog itu penting banget. Ini kayak game RPG tanpa HP bar.
Tips dari saya:
-
Jangan buru-buru jawab. Pilih yang paling sesuai dengan kepribadian kamu.
-
Kadang diam adalah pilihan terbaik.
-
Perhatikan reaksi karakter lain. Mereka bakal inget apa yang kamu bilang (dan mereka akan bawa itu sampai akhir).
Durasi Bermain Oxenfree: Berapa Lama Menamatkan Game Ini?
Saya selesaikan Oxenfree dalam waktu sekitar 4-5 jam di playthrough pertama. Tapi jangan salah, ini bukan game pendek yang asal tamat. Oxenfree itu padat. Setiap menitnya bermakna.
Kalau kamu tipe eksploratif kayak saya (yang suka ngubek setiap sudut peta dan nyari frekuensi radio tersembunyi), kamu bisa habiskan 6-7 jam.
Dan yes, kamu pasti akan tergoda buat main lagi. Ada beberapa ending berbeda tergantung interaksi dan pilihan kamu.
Kalau mau unlock semua ending dan kumpulin semua item gaming misterius seperti anomalies dan letters, siap-siap main 2-3 kali. Saya sendiri butuh 3 kali playthrough buat puas.
Lama Waktu untuk Menyelesaikan Petualangan Lanjutan
Oxenfree II: Lost Signals rilis setelah penantian lama, dan langsung saya beli di hari pertama. Kali ini kamu main sebagai Riley, karakter baru, tapi tetap berada di dunia yang sama. Edwards Island masih menyimpan rahasia.
Game ini lebih panjang dari yang pertama. Butuh sekitar 6-8 jam buat tamat kalau kamu fokus ke ceritanya aja. Tapi kalau kamu ingin explore semua signal, puzzle, dan easter egg, bisa sampai 10 jam lebih.
Secara gameplay masih mirip, tapi lebih kompleks. Puzzle-nya lebih menantang, ada pilihan komunikasi yang lebih luas (termasuk pakai walkie-talkie ke NPC!), dan ceritanya… aduh, lebih emosional dan penuh konflik internal.
Buat saya, Oxenfree II adalah kelanjutan yang layak. Walaupun nuansanya sedikit berbeda, tapi tetap terasa seperti rumah—dalam cara yang menyeramkan.
Cara Menyimpan Progress di Oxenfree II
Satu hal yang bikin saya frustrasi di awal adalah nggak ada save manual. Serius, saya sempat panik waktu keluar game dan takut progress hilang.
Tapi tenang, Oxenfree II pakai sistem autosave. Dia nyimpan progress otomatis di checkpoint tertentu, biasanya setelah percakapan penting atau transisi area.
Tips saya:
-
Jangan keluar game saat tengah dialog atau transisi layar. Tunggu sampai kamu lihat icon save kecil di pojok.
-
Kalau kamu replay buat ganti ending, pakai fitur New Game+. Ini unlock setelah kamu tamat pertama kali. Di mode ini, kamu bisa bikin keputusan berbeda dengan beberapa dialog unik tambahan.
Panduan: Cara Membuat Ren dan Nona Bersama di Akhir Cerita
Oke, ini bagian yang paling bikin saya penasaran waktu pertama main. Ren dan Nona adalah dua karakter penting—dan ada opsi buat bikin mereka jadian!
Saya sempat gagal di percobaan pertama karena saya terlalu sibuk urus konflik Alex dan Jonas. Tapi setelah saya fokus, akhirnya saya berhasil satukan mereka. Ini langkah-langkahnya:
-
Jangan ganggu interaksi mereka. Biarkan mereka ngobrol sendiri.
-
Dukung Ren saat dia ngomongin perasaannya. Jangan kasih respon sarkastik.
-
Di momen api unggun awal game, pilih opsi yang mengarahkan mereka buat duduk bareng.
-
Jangan ganggu saat mereka adu pendapat. Diam bisa jadi pilihan terbaik.
Kalau berhasil, di ending kamu akan dapat konfirmasi mereka pacaran. Ini ending yang heartwarming di tengah cerita yang kelam.
Kabar Film Oxenfree: Adaptasi Layar Lebar dari Game Misteri
Waktu saya dengar kabar Netflix lagi ngembangin film Oxenfree, saya langsung seneng campur takut. Seneng karena ceritanya memang cocok banget buat difilmkan. Takut karena adaptasi game ke film sering… yah, gagal.
Tapi dari info terakhir yang saya baca, Night School Studio ikut terlibat langsung. Dan karena mereka juga studio pertama yang diakuisisi Netflix untuk lini game interaktif, saya punya harapan tinggi.
Menurut rumor yang beredar, film Oxenfree bakal fokus pada cerita Alex versi baru, dengan tambahan karakter dan eksplorasi masa lalu pulau. Bisa jadi kesempatan buat memperluas lore dan bahkan jadi trilogi!
Kalau kamu suka film kayak Stranger Things atau Donnie Darko, kemungkinan besar kamu bakal suka versi film Oxenfree nanti.
Kenapa Saya Masih Kepikiran Sampai Sekarang
Saya sudah main banyak game cerita: Life is Strange, Firewatch, What Remains of Edith Finch… Tapi Oxenfree itu beda. Dia nggak sekadar narasi—dia mainin psikologimu. Dia buat kamu mikir soal waktu, pilihan, dan penyesalan.
Ada satu scene di Oxenfree yang masih saya ingat jelas. Saat Alex bertemu “pantulan dirinya” di dimensi lain. Dialognya ambigu, menyeramkan, tapi terasa… jujur. Seolah game ini tahu kita sebagai pemain juga menyimpan banyak pilihan yang kita sesali.
Oxenfree ngajarin saya bahwa dalam hidup, kita nggak selalu punya kesempatan kedua. Tapi ketika punya—kayak lewat New Game+—kita bisa memilih jadi lebih baik.
Kesimpulan: Dunia Oxenfree yang Gelap, Dalam, dan Menggugah Pikiran
Oxenfree bukan cuma game. Ini pengalaman.
Kalau kamu gamer yang cari aksi nonstop, mungkin bukan buat kamu. Tapi kalau kamu suka cerita yang dalem, karakter yang real, dan atmosfer yang bisa bikin kamu mikir berhari-hari, maka Oxenfree harus masuk daftar mainmu.
Mainkan Oxenfree malam-malam, sendirian, pakai headset. Rasakan gangguannya. Dengerin radio-nya. Baca surat-surat tersembunyi. Dan yang paling penting—refleksi.
Karena dalam dunia Oxenfree, pilihanmu berarti. Dan kadang… kamu nggak bisa kembali lagi.
Game seru persahabatan dengan animasi ciamik: Octopath Traveler: Delapan Kisah, Satu Dunia dalam RPG Pixel