JAKARTA, teckknow.com – Ketika dunia video game terus berevolusi dengan visual sinematik dan gameplay imersif, The Entropy Centre muncul sebagai salah satu judul yang berani menantang arus utama. Game ini bukan sekadar permainan otak; ia adalah pengalaman berpikir multidimensi. Dikembangkan oleh Stubby Games dan dirilis oleh Playstack, The Entropy Centre mengajak pemain untuk berpacu melawan waktu — bukan untuk menghentikan bencana, tapi untuk memutar baliknya.
Kesan pertama yang muncul saat memainkan game ini adalah perpaduan antara suasana misterius dan rasa kagum. Pemain ditempatkan di fasilitas penelitian raksasa yang tampak terbengkalai, dengan atmosfer futuristik bercampur sisa-sisa kehancuran. Tak butuh waktu lama sebelum misteri mulai terurai: bumi telah hancur, dan satu-satunya harapan untuk memulihkannya ada di tangan sang protagonis — dengan bantuan pistol waktu bernama Entropy Device.
Dalam game ini, waktu bukan sekadar latar, tapi menjadi inti dari setiap mekanik permainan. Sebuah kubus jatuh, tangga runtuh, atau jembatan patah — semua bisa dikembalikan ke kondisi semula. Di sinilah The Entropy Centre menunjukkan keunggulannya, menciptakan dunia puzzle yang dinamis di mana setiap kesalahan dapat dibalik, dan setiap keputusan membuka jalan baru menuju solusi.
Mekanik Unik dan Konsep Waktu yang Membingungkan Tapi Brilian

The Entropy Centre membawa konsep reverse time puzzle yang terasa segar. Jika Portal mengandalkan teleportasi dan fisika, game ini menggunakan manipulasi waktu untuk menciptakan tantangan. Pemain dituntut memahami bukan hanya urutan tindakan, tapi juga urutan baliknya.
Setiap level menuntut kecermatan: bagaimana memposisikan kubus agar bisa “diputar mundur” ke titik yang tepat? Bagaimana menjaga ritme agar mekanisme pintu tetap terbuka saat karakter sudah melintasi jalur? Inilah seni bermain waktu — dan itulah yang membuat The Entropy Centre menjadi salah satu game puzzle paling orisinal dalam dekade terakhir.
Keseruan lain datang dari sistem AI pendamping bernama Astra. Suaranya terdengar ramah dan lucu, namun menyimpan filosofi mendalam tentang waktu, kesalahan, dan harapan manusia. Banyak momen di mana Astra tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga cermin reflektif bagi pemain. Ia menambah kehangatan emosional pada permainan yang di permukaannya tampak dingin dan logis.
Visual, Atmosfer, dan Dunia yang Menyimpan Cerita
Secara visual, The Entropy Centre memanjakan mata tanpa harus berlebihan. Estetika futuristiknya terasa elegan: paduan putih bersih, cahaya neon, dan pemandangan luar angkasa yang megah memberi kesan isolasi sekaligus kekaguman.
Namun di balik visual yang indah, tersimpan kesepian. Setiap lorong dan ruang laboratorium terasa seperti sisa peradaban yang gagal. Pengembang tampak sengaja menciptakan atmosfer yang ambigu antara harapan dan keputusasaan. Pemain tidak sekadar memecahkan teka-teki — mereka juga menelusuri jejak manusia yang dulu pernah mencoba menyelamatkan bumi.
Secara audio, game ini juga memukau. Musik ambient yang lembut berpadu dengan efek suara mesin futuristik menciptakan sensasi mendalam. Bahkan suara langkah kaki karakter terasa memiliki makna, seolah setiap detik adalah perjuangan melawan kehancuran waktu itu sendiri.
Tips Bermain Efektif di The Entropy Centre
Bagi pemain yang baru pertama kali menjajal game ini, ada beberapa tips yang bisa meningkatkan pengalaman:
-
Pelajari Pola Balik: Jangan fokus pada hasil akhir. Pahami bagaimana objek akan bereaksi ketika waktu diputar mundur.
-
Gunakan Astra Sebagai Panduan: Dengarkan dialog AI-nya. Banyak petunjuk halus tersembunyi dalam obrolannya.
-
Eksplorasi Setiap Sudut: Game ini penuh area tersembunyi yang menyimpan potongan cerita tambahan.
-
Fokus pada Urutan, Bukan Kecepatan: Banyak pemain gagal bukan karena lambat, tapi karena salah urut langkah.
-
Nikmati Narasinya: Jangan terburu-buru menyelesaikan level; sering kali keindahan game ini justru ada pada proses berpikirnya.
Tips ini bukan hanya membantu menyelesaikan puzzle lebih cepat, tapi juga membuka pemahaman tentang filosofi yang ditanamkan game ini: bahwa terkadang, mundur adalah satu-satunya cara untuk melangkah maju.
Makna Filosofis di Balik The Entropy Centre
Lebih dari sekadar game, The Entropy Centre juga menjadi refleksi tentang waktu, kesalahan, dan peluang kedua. Ia mengajarkan bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi, namun masih ada kesempatan untuk memperbaikinya — selama kita mau belajar dan memahami prosesnya.
Banyak gamer menyebut game ini sebagai “meditasi interaktif” karena mampu menyeimbangkan tantangan logika dengan kedalaman emosional. Setiap teka-teki yang berhasil dipecahkan terasa seperti pemulihan kecil terhadap dunia yang hancur, memberikan rasa puas yang tidak hanya berasal dari kemenangan, tetapi juga dari pemahaman.
Kenapa The Entropy Centre Layak Dicoba
Bagi penggemar puzzle seperti Portal, The Talos Principle, atau The Witness, The Entropy Centre menawarkan sensasi baru yang menantang namun memuaskan. Tidak hanya dari segi gameplay, tetapi juga dari kedalaman narasi dan suasana yang diciptakan.
Game ini berhasil membuat pemain berpikir dengan hati dan logika sekaligus. Setiap level seperti metafora tentang kehidupan — bahwa untuk maju, kadang kita perlu menengok ke belakang dan memperbaiki langkah yang salah.
Dan di tengah dominasi game kompetitif, keberadaan game seperti ini terasa menyegarkan. Ia mengingatkan kembali bahwa dunia gaming bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang memahami, menelusuri, dan berefleksi.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Gaming
Baca juga artikel lainnya: Against The Storm: Strategi dan Pesona Roguelite Kota Fantasi