JAKARTA, teckknow.com – Genre MMORPG sudah lama tidak mendapat sesuatu yang benar-benar baru. Banyak game baru di genre ini hadir dengan formula yang sama: leveling, dungeon, raid, dan ekonomi yang sudah sangat dikenal. Namun Chrono Odyssey mencoba memutus pola itu. Caranya tidak biasa: manipulasi waktu sebagai mekanik inti yang benar-benar masuk ke cara dunia game bekerja. Dikembangkan oleh Chrono Studio dan diterbitkan oleh Kakao Games, Chrono Odyssey dibangun di atas Unreal Engine 5. Game ini ditargetkan hadir di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S pada 2026.
Closed beta berlangsung pertengahan 2025 dan mendapat respons positif dari komunitas MMO. Dunianya bernama Setera, sebuah planet yang cantik di luar namun menjadi medan perang abadi di dalamnya. Konflik berlangsung antara organisasi Idraiginn dan dua belas dewa yang menguasai waktu dan ruang.
Chronotector: Bukan Sekadar Gimmick

Banyak game mengklaim punya mekanik waktu. Namun pada kenyataannya, itu sering hanya berarti bullet time atau rewind sederhana. Chrono Odyssey berusaha lebih jauh dari itu. Artefak bernama Chronotector yang dimiliki setiap pemain memungkinkan mereka masuk ke jalur waktu yang berbeda di dalam dunia Setera.
Dalam pertarungan, Chronotector bisa dipakai untuk membalikkan damage yang baru diterima. Selain itu, ia bisa memperlambat serangan musuh untuk memberi waktu bereaksi. Atau memundurkan kondisi pertarungan ke titik yang lebih menguntungkan. Ini bukan kemampuan tambahan biasa. Ia adalah bagian dari ritme pertarungan yang harus dipahami agar bisa bersaing di konten keras.
Untuk raid besar, pengelolaan Chronotector menjadi urusan kerja sama tim. Siapa yang menyimpan kemampuan rewind? Kapan digunakan? Fase mana yang paling membutuhkannya? Semua itu harus didiskusikan sebelum pertarungan dimulai. Oleh karena itu, raid di Chrono Odyssey dirancang untuk menghukum grup yang tidak punya rencana.
Combat yang Terinspirasi dari FromSoftware
Ini adalah hal yang membedakan Chrono Odyssey dari banyak MMORPG lain. Kebanyakan MMO masih memakai combat tab-target atau aksi yang ringan. Sebaliknya, sistem pertarungan Chrono Odyssey mengambil inspirasi langsung dari game FromSoftware seperti Dark Souls dan Elden Ring. Serangan musuh punya hitbox yang nyata. Dodge membutuhkan timing yang tepat. Selain itu, membaca pola bos adalah kemampuan yang benar-benar perlu dilatih.
Bagi pemain MMO yang biasa dengan combat pasif, ini bisa terasa berat di awal. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan game souls-like dan ingin konten MMO yang lebih dalam, Chrono Odyssey bisa menjadi titik temu yang menarik antara dua genre yang jarang bertemu.
Setera: Dunia yang Lebih dari Sekadar Latar
Setera bukan hanya peta yang besar. Ia adalah dunia yang dibangun di atas gagasan bahwa jalur waktu yang berbeda bisa saling tumpang tindih. Pemain tidak hanya menjelajahi Setera di waktu sekarang. Mereka juga bisa mengakses versi masa lalu dari lokasi tertentu. Dengan demikian, informasi dan sumber daya yang tidak ada di waktu kini bisa ditemukan di masa lalu.
Aktivitas yang bisa dilakukan di Setera mencakup berbagai jenis konten untuk semua tipe pemain:
- Dungeon solo dan kelompok dengan tingkat kesulitan yang bervariasi dan loot yang disesuaikan dengan performa grup.
- Raid berskala besar yang membutuhkan koordinasi Chronotector antar anggota dan pemahaman mendalam tentang pola bos.
- Sistem PvP di zona tertentu yang mempertemukan pemain antar faksi dengan taruhan yang nyata.
- Crafting dan perdagangan sebagai jalur progres alternatif bagi pemain yang tidak ingin fokus pada combat.
- Quest naratif yang dirancang untuk tidak sekadar menjadi tugas berulang, melainkan menyampaikan lapisan cerita yang lebih dalam tentang sejarah Setera dan konflik Idraiginn.
Grafis dan Teknologi di Balik Chrono Odyssey
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian dari Chrono Odyssey adalah kualitas visualnya. Dibangun di atas Unreal Engine 5, game ini memakai teknologi Lumen untuk pencahayaan global secara langsung. Selain itu, teknologi Nanite digunakan untuk geometri yang sangat detail. Hasilnya adalah dunia Setera yang terlihat jauh lebih baik dari MMORPG pada umumnya. Ini sangat mencolok mengingat banyak MMO biasanya mengorbankan kualitas visual demi performa server.
Developer menyebut dunia Setera dirancang sebagai open world tanpa loading screen saat pindah area. Ini adalah ambisi besar untuk sebuah MMO yang mengelola ratusan pemain sekaligus. Namun hasil dari closed beta 2025 menunjukkan arah yang cukup menjanjikan.
Selain itu, sistem karakter mendapat perhatian besar dari tim. Pilihan tampilan sangat dalam, mulai dari penampilan fisik hingga cara kemampuan Chronotector dikembangkan secara pribadi. Karena itu, dua pemain dengan kelas yang sama bisa memiliki gaya bermain yang sangat berbeda.
Monetisasi Chrono Odyssey: Apa yang Sudah Diketahui
Salah satu kekhawatiran yang selalu muncul setiap ada MMORPG baru adalah model monetisasi. Chrono Odyssey dikonfirmasi menggunakan model berbayar dengan konten tambahan opsional, bukan free-to-play dengan sistem yang berpotensi pay-to-win. Developer secara eksplisit menyebutkan bahwa item yang bisa dibeli tidak akan memberikan keunggulan statistik di atas pemain yang tidak membayar lebih.
Model ini lebih dekat ke pendekatan Guild Wars 2 dari pada World of Warcraft atau banyak MMO Korea lainnya yang sering dikritik komunitas. Tentu saja janji ini perlu dibuktikan saat game benar-benar diluncurkan, namun sinyal awal yang diberikan developer cukup untuk membuat komunitas MMO menaruh harapan yang lebih tinggi dari biasanya terhadap Chrono Odyssey.
Kesimpulan: Chrono Odyssey Menawarkan Lebih dari Sekadar MMORPG Baru
Yang paling menarik dari Chrono Odyssey bukan grafisnya yang memang sangat impresif di atas Unreal Engine 5, melainkan ambisinya untuk membuat mekanik waktu benar-benar bermakna dalam konteks MMO yang hidup. Jika eksekusinya sesuai dengan janji yang sudah diperlihatkan, Chrono Odyssey bisa menjadi salah satu MMORPG paling berpengaruh yang hadir dalam beberapa tahun terakhir. Setera menunggu, dan waktunya bisa diputar mundur, tapi hanya jika pemain cukup siap untuk melakukannya.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: