JAKARTA, teckknow.com – Ada momen di awal Tempest Rising ketika semua terasa sangat akrab. Bunyi harvester mengumpulkan sumber daya, animasi struktur yang terbuka satu per satu, garis unit yang bergerak menuju target. Bagi siapa pun yang pernah menghabiskan waktu di depan Command and Conquer atau Red Alert, perasaan itu adalah seperti bertemu teman lama. Tempest Rising dikembangkan oleh Slipgate Ironworks bersama 2B Games dan diterbitkan oleh 3D Realms serta Knights Peak. Rilis pada 17 April 2025, game ini langsung mendapat skor 85 dari 100 di PC Gamer dengan komentar yang menyebutnya lebih dari sekadar penghormatan terhadap RTS klasik.
Berlatar di 1997 alternatif tempat Perang Dingin berakhir dengan ledakan nuklir, Tempest Rising menghadirkan dunia yang diselimuti tanaman misterius bernama Tempest. Dua kekuatan besar berjuang untuk menguasainya, sementara faksi ketiga mengintai dari bayangan.
GDF dan Dynasty: Dua Cara Berbeda Menuju Kemenangan

Global Defense Force bermain dengan kecepatan dan teknologi. Unit-unitnya mahal namun memiliki kemampuan khusus yang jauh lebih beragam dari faksi lawan. Keunggulan GDF yang perlu diketahui:
- Helikopter perbaikan yang bisa memulihkan kendaraan di tengah pertempuran tanpa harus menariknya mundur ke basis.
- Infantri yang saling melindungi dengan ability support yang tidak dimiliki Dynasty.
- Drone Strike Station sebagai senjata super yang memanggil hujan serangan udara ke koordinat manapun di peta.
GDF cocok untuk pemain yang menikmati permainan yang lebih teknis dan responsif terhadap situasi yang berubah cepat.
Tempest Dynasty bermain togelon lebih keras dan lebih kasar. Kendaraan mereka lebih berat, produksinya lebih cepat, dan strategi ofensifnya lebih blunt. Dynasty bisa mengadopsi salah satu dari tiga Plan yang secara signifikan mengubah profil tempur seluruh pasukan. Excavator Platform sebagai senjata super mereka bukan hanya mengirim unit ke lokasi manapun dengan cepat, tetapi juga bisa melepaskan serangan gempa bumi yang menghancurkan apapun di radius tertentu. Bagi pemain yang lebih suka menerjang dan membiarkan lawan yang merespons, Dynasty adalah pilihan yang tepat.
Kesalahan Paling Umum di Tempest Rising
Pemain baru hampir selalu meremehkan sistem counter unit di Tempest Rising. Berbeda dari banyak RTS modern yang cenderung mengizinkan pemain mengandalkan unit favorit di hampir semua situasi, Tempest Rising secara aktif menghukum pemain yang tidak memahami apa yang dikirim ke medan.
Berikut beberapa contoh yang sering menjebak pemain baru:
- Flamethrower vs infantri. Flamethrower menghancurkan infantri dalam hitungan detik bahkan saat bersembunyi di dalam menara pertahanan. Jangan kirim infantri tanpa pengawalan ke area yang dikuasai unit jenis ini.
- Kendaraan lapis baja tanpa anti-roket. Tank yang dikirim tanpa unit pendukung anti-roket akan meleleh sebelum sempat menyerang. Selalu kombinasikan komposisi pasukan sebelum maju.
- Mengabaikan upgrade struktur. Bonus aktif dan pasif dari upgrade struktur terasa kecil secara individual namun dalam pertandingan yang ketat, akumulasinya bisa menjadi penentu kemenangan atau kekalahan.
Cara terbaik memahami ini adalah dengan menyelesaikan kedua campaign terlebih dahulu sebelum masuk multiplayer. Campaign Tempest Rising bukan sekadar mode latihan, melainkan pengenalan yang sungguh-sungguh terstruktur tentang bagaimana setiap unit dimaksudkan untuk digunakan.
Power dan Ekonomi yang Harus Selalu Dijaga
Tempest Rising memiliki sistem power yang mirip dengan Command and Conquer. Semua struktur membutuhkan daya untuk beroperasi secara optimal. Prioritas ekonomi yang harus diikuti sejak awal:
- Pastikan power selalu lebih dari cukup sebelum memperluas produksi. Basis yang kekurangan daya kehilangan efisiensi produksi dan pertahanan secara bersamaan.
- Klaim node Tempest di peta sesegera mungkin. Pemain yang lebih agresif mengklaim node ini akan memiliki keunggulan ekonomi yang terasa dalam hitungan menit.
- Jangan abaikan upgrade struktur. Bonus aktif dan pasif dari upgrade terasa kecil secara individual, namun akumulasinya bisa menjadi penentu dalam pertandingan yang sengit.
Kesimpulan: Tempest Rising Membuktikan RTS Klasik Masih Relevan
Tempest Rising tidak mencoba menjadi sesuatu yang tidak ia kenal. Ia tahu persis warisan apa yang ingin dilanjutkan dan mengapa warisan itu layak dilanjutkan. Hasilnya adalah game yang terasa akrab sekaligus terasa hidup, bukan museum nostalgia melainkan genre yang kembali berbicara dengan suara yang percaya diri. Bagi siapa pun yang pernah mencintai Westwood dan seri Command and Conquer, Tempest Rising adalah pesan bahwa era itu tidak benar-benar pergi kemana-mana.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Gaming
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Stormgate: Apakah RTS hometogel Gratis Ini Layak Dimainkan di 2025?