JAKARTA, teckknow.com – Bayangkan sebuah situasi mencekam. Radiasi nuklir telah menyebar ke seluruh penjuru wilayah, dan satu-satunya tugas yang harus diselesaikan adalah memburu iblis yang bersembunyi di dalam mansion tua nan angker. Hanya berbekal masker gas, senjata api, dan keberanian tingkat tinggi, para pemain harus bekerja sama untuk bertahan hidup. Itulah premis utama dari Demonsomnia, sebuah game horor CO-OP multiplayer yang berhasil mencuri perhatian komunitas gaming global sejak peluncurannya pada Agustus 2024.
Dikembangkan oleh studio independen Woziva asal Turki di bawah arahan Serhat Akgul, Demonsomnia hadir sebagai angin segar di genre survival horror. Menggunakan teknologi bodycam yang semakin populer di kalangan game horor modern, judul ini menawarkan pengalaman imersif yang berbeda dari kebanyakan game sejenis. Perspektif kamera yang terpasang di tubuh karakter menciptakan sudut pandang unik, seolah-olah pemain benar-benar menjadi bagian dari tim investigasi yang diterjunkan ke zona bencana.
Konsep Cerita yang Memikat dan Atmosfer Mencekam

Demonsomnia mengambil latar pasca bencana reaktor nuklir yang menyebabkan radiasi menyebar ke mana-mana. Pemerintah kemudian mengirim empat orang pemberani untuk menyelidiki dampak dari kejadian tersebut. Namun, ternyata radiasi bukan satu-satunya ancaman. Makhluk-makhluk mutan bermunculan di hutan berkabut, penduduk desa berubah menjadi sosok berbahaya, dan yang paling mengerikan adalah keberadaan iblis misterius yang harus diburu.
Premis cerita ini mungkin terdengar klise bagi sebagian orang, tetapi eksekusinya justru membuat Demonsomnia terasa berbeda. Pengembang berhasil memadukan elemen fiksi ilmiah dengan nuansa supernatural secara apik. Apakah makhluk-makhluk mengerikan tersebut merupakan hasil mutasi radiasi, halusinasi, atau memang entitas gaib yang nyata? Pertanyaan ini terus menghantui pemain sepanjang permainan berlangsung.
Seorang content creator gaming sempat berbagi pengalamannya bermain Demonsomnia bersama tiga rekannya di tengah malam. Menurut ceritanya, suasana di dalam game begitu tegang hingga salah satu temannya tanpa sadar berteriak ketika mutan tiba-tiba muncul dari balik pohon. Momen-momen seperti inilah yang membuat game horor CO-OP menjadi sangat menarik untuk dimainkan bersama teman.
Tiga Mode Permainan dengan Tantangan Berbeda Demonsomnia
Salah satu keunggulan utama Demonsomnia terletak pada variasi mode permainan yang ditawarkan. Setiap mode menghadirkan pengalaman dan tingkat kesulitan yang berbeda, sehingga pemain tidak akan cepat bosan.
Armed Mode merupakan mode standar yang berfokus pada kerja sama tim. Dalam mode ini, pemain dibekali berbagai peralatan dan senjata untuk menghadapi mutan yang berkeliaran di hutan. Tantangan utamanya adalah mengumpulkan material yang dibutuhkan sambil mempertahankan diri dari serangan makhluk berbahaya. Setelah berhasil memburu iblis, pemain harus mengekstrak cairannya dan menambahkannya ke perangkat nuklir.
Unarmed Mode memberikan pengalaman yang berbeda. Meskipun tidak ada mutan yang berkeliaran, pemain justru tidak dibekali senjata apapun. Sebagai gantinya, karakter memiliki kemampuan bergerak lebih cepat dan lompatan yang lebih tinggi. Mode ini cocok bagi mereka yang ingin merasakan ketegangan tanpa harus menghadapi pertempuran langsung.
Demon Mode adalah pilihan bagi pecinta adrenalin murni. Pemain langsung dihadapkan dengan iblis tanpa perlu mencari item di hutan terlebih dahulu. Ketegangan langsung terasa sejak awal permainan, menjadikan mode ini sebagai ujian nyata bagi keberanian dan koordinasi tim.
Teknologi Bodycam dan Unreal Engine 5 yang Memukau
Tidak bisa dipungkiri bahwa tren bodycam dalam game horor semakin diminati setelah kesuksesan beberapa judul sebelumnya. Demonsomnia mengadopsi konsep ini dengan sangat baik. Kamera yang terpasang di tubuh karakter menciptakan sensasi autentik layaknya rekaman video nyata dari tim investigasi. Getaran kamera saat berlari, distorsi visual ketika terkena efek tertentu, dan sudut pandang terbatas membuat pengalaman bermain terasa lebih menegangkan.
Penggunaan Unreal Engine 5 sebagai fondasi grafis menjadi nilai tambah tersendiri. Kualitas visual yang ditampilkan sangat memukau untuk ukuran game dari studio independen. Pencahayaan dinamis, tekstur detail tinggi, dan efek partikel yang halus berkontribusi besar dalam membangun atmosfer mencekam. Hutan berkabut terlihat benar-benar angker, mansion tua tampak menyeramkan, dan makhluk-makhluk mutan didesain dengan detail yang membuat bulu kuduk merinding.
Sistem Komunikasi dan Deteksi Suara yang Inovatif
Fitur menarik yang membedakan Demonsomnia dari game horor lainnya adalah sistem deteksi suara mikrofon. Dalam mode tertentu, musuh di dalam game dapat mendengar suara dari mikrofon pemain di dunia nyata. Artinya, berteriak kaget ketika ada jumpscare justru bisa mengundang bahaya lebih besar. Konsep ini memaksa pemain untuk tetap tenang dan mengontrol reaksi mereka, menambah lapisan ketegangan yang tidak ditemukan di banyak game sejenis.
Sistem radio yang tersedia memungkinkan pemain berkomunikasi dengan rekan setim saat terpisah. Memberikan laporan tentang lokasi musuh, kondisi area, atau meminta bantuan menjadi bagian penting dari gameplay. Koordinasi tim yang baik seringkali menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan misi.
Tips dan Strategi Bertahan Hidup di Demonsomnia
Bagi pemain baru yang hendak mencoba Demonsomnia, beberapa strategi berikut bisa membantu meningkatkan peluang bertahan hidup:
- Selalu gunakan kompas untuk navigasi karena hutan berkabut sangat mudah membuat pemain tersesat
- Perhatikan area dengan radiasi tinggi yang menyimpan item penting seperti garam radiasi
- Jangan terburu-buru menggunakan peluru karena amunisi sangat terbatas dengan hanya sekitar 200 peluru tersedia
- Ingat bahwa senjata tidak bisa digunakan di dalam mansion karena akan meledak akibat radiasi
- Manfaatkan fitur heal dengan menekan tombol H ketika kondisi karakter memburuk
- Koordinasikan dengan tim untuk membagi tugas antara mengumpulkan item dan melindungi rekan
Kontrol Dasar yang Perlu Dikuasai
Sebelum terjun ke dalam permainan, memahami kontrol dasar sangat penting untuk kelancaran gameplay:
- F untuk mengambil item
- G untuk menjatuhkan barang dari inventori
- L untuk mengaktifkan senter
- 1 untuk mengakses senjata
- 2 untuk membuka inventori item non-senjata
- R untuk reload amunisi
- V untuk mengaktifkan mikrofon
- H untuk heal karakter
- Q untuk menggunakan kompas
Pengalaman Multiplayer yang Mengasyikkan
Demonsomnia memang bisa dimainkan secara solo, tetapi pengalaman terbaik diperoleh ketika bermain bersama tiga orang lainnya dalam mode CO-OP. Koordinasi tim menjadi sangat krusial, terutama ketika harus membagi tugas antara mengumpulkan item dan melindungi rekan dari serangan mutan. Bermain melalui internet atau jaringan lokal sama-sama didukung, memberikan fleksibilitas bagi pemain untuk memilih cara yang paling nyaman.
Sensasi bermain game horor bersama teman memang berbeda. Ada momen-momen lucu ketika seseorang panik dan justru menembak rekannya sendiri, ada juga ketegangan saat terpisah di hutan gelap dan harus mencari jalan untuk berkumpul kembali. Dinamika sosial semacam ini menjadi daya tarik tersendiri yang sulit didapatkan dari bermain sendiri.
Spesifikasi Sistem yang Dibutuhkan Demonsomnia
Mengingat Demonsomnia menggunakan Unreal Engine 5 dengan grafis yang cukup detail, spesifikasi sistem menjadi pertimbangan penting.
Spesifikasi Minimum:
- Prosesor: Intel Core i5-4430 atau AMD FX-6300
- RAM: 8 GB
- Kartu Grafis: GeForce GTX 970 atau Radeon R9 390 (4 GB VRAM)
- Penyimpanan: 20 GB
- OS: Windows 10 64-bit
Spesifikasi Rekomendasi:
- Prosesor: Intel Core i7-6700K atau AMD Ryzen 5 2600X
- RAM: 16 GB
- Kartu Grafis: GeForce RTX 2060 atau Radeon RX 5700
- Penyimpanan: 20 GB
- OS: Windows 10 64-bit
Status Early Access dan Rencana Pengembangan
Perlu dicatat bahwa Demonsomnia saat ini masih dalam tahap Early Access di platform Steam. Artinya, game ini belum sepenuhnya selesai dan masih akan mengalami berbagai pembaruan dan perbaikan. Pengembang Woziva berkomitmen untuk terus menambahkan konten baru seperti map tambahan, senjata baru, dan variasi skin karakter berdasarkan masukan dari komunitas pemain.
Estimasi waktu pengembangan hingga versi 1.0 diperkirakan memakan waktu 6 hingga 12 bulan, tergantung pada berbagai faktor termasuk feedback pemain dan pencapaian milestone pengembangan. Bagi mereka yang membeli game selama periode Early Access, dijamin tidak akan terkena kenaikan harga ketika versi final dirilis nanti.
Perbandingan dengan Game Horor CO-OP Lainnya
Dalam lanskap game horor CO-OP, Demonsomnia sering dibandingkan dengan judul-judul populer seperti Phasmophobia dan Lethal Company. Ketiganya memiliki kesamaan dalam hal gameplay kooperatif dan elemen investigasi supernatural. Namun, Demonsomnia menawarkan pendekatan yang berbeda dengan kombinasi elemen fiksi ilmiah pasca-apokaliptik dan berburu iblis tradisional.
Kelebihan Demonsomnia terletak pada visual yang lebih superior berkat penggunaan Unreal Engine 5, serta mekanisme bodycam yang memberikan imersi lebih dalam. Di sisi lain, game ini masih perlu banyak perbaikan mengingat statusnya sebagai Early Access. Beberapa pemain melaporkan bug dan mekanisme gameplay yang kurang jelas, terutama dalam tutorial awal. Namun, dengan komitmen pengembang untuk terus memperbarui game, potensi Demonsomnia untuk menjadi salah satu game horor CO-OP terbaik sangatlah besar.
Kesimpulan Demonsomnia
Demonsomnia berhasil menghadirkan pengalaman horor CO-OP yang segar dengan memadukan elemen survival horror, investigasi supernatural, dan setting pasca-bencana nuklir dalam satu paket yang menegangkan. Teknologi bodycam dan grafis memukau dari Unreal Engine 5 menjadi nilai jual utama yang membedakannya dari kompetitor. Meskipun masih berstatus Early Access dengan beberapa kekurangan teknis, game besutan Woziva ini menawarkan potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu game horor multiplayer terbaik. Bagi pecinta game horor yang mencari pengalaman berburu iblis bersama teman dengan ketegangan tinggi, Demonsomnia adalah pilihan yang sangat layak untuk dicoba. Siapkan keberanian dan ajak rekan setim terbaik, karena zona radiasi nuklir yang dipenuhi mutan dan iblis misterius sedang menunggu untuk ditaklukkan.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Gaming
Baca juga artikel lainnya: Skydrift Infinity: Game Balapan Pesawat Arcade Terbaik